Photobucket

WELCOME to MY BLOG!

Silahkan baca, jangan sungkan-sungkan yang punya blog nggak galak kok

Photobucket

Mari Berolahraga!

Dengan fitness semuanya bisa lancar (bukan lancar rejeki tentunya) dalam memenuhi kesehatan jasmani kita #proFITNESS

Photobucket

My Senior High School

Gambar diambil dari Wall Climbing, pada sore hari yang anginnya sepoi-sepoi ^-^

Photobucket

Sunset From My Senior High School

Subhanallah, ciptaan-Nya memang selalu indah. Sunset dari sekolah gue "notbad lah"

My Football Club

CHELSEA, Proud of London. IMPOSSIBLE IS NOTHING and BLUE IS THE COLOR

Rabu, 30 Mei 2012

Review and Lyric of "International Love" by Pitbull feat. Chris Brown

Artist(s): Pitbull featuring Chris Brown
Song: International Love
Album: Planet Pit
Release Date: June 2011

As if Pitbull doesn't already brag about where he's from and the places he's been, he taps R&B singer Chris Brown to assist him in singing about the many international locations they've been to. Always getting the party started, Pitbull and Chris are ready to being the party wherever they go. Packed with bass, thumping beats and the ever present synthesizer, "International Love" will make you wish that you were as lucky as Pitbull and Chris and will make you wish that you traveled the world just so you can make a song like this. All of Pitbulls rhymes derive from a lot of his past hits, he never really ever changes up his style and that can be a setback for him. Chris Brown sounds extremely comfortable on the song as he sings with ease and his little ad libs sound good over the beat.

Lyric :

"International Love"

[Pitbull]
Went from Mr. 305, Dade County, to Mr. Worldwide, all around the world
Now we're International, so international, international, so international,

You can't catch me, boy (can't catch me, boy)
I'm overseas and about a hundred G's per show
Don't test me, boy (Don't test me, boy)
Cause I rap with the best for sure,
305 till the death of me
Cremate my body and let the ocean have what's left of me
But for now, forget about that,
Blow the whistle
Baby you're the referee

[Chorus: Chris Brown]
You put it down like New York City
I never sleep!
Wild like Los Angeles
My fantasy!
Hotter than Miami
I feel the heat!
Ohh, girl, it's International love
Ohh, it's International love

[Pitbull]
I don't play football but I've touched down everywhere
Everywhere? Everywhere!
I don't play baseball but I've hit a home run everywhere, everywhere
I've been to countries and cities I can't pronounce
And the places on the globe I didn't know existed
In Romania she pulled me to the side and told me Pit you can have me and my sister
In Lebanon yeah the women are bomb
And in Greece you've guessed it the women are sweet
Spinned all around the world but I ain't gon' lie there's nothing like Miami's heat

[Chorus: Chris Brown]
You put it down like New York City
I never sleep!
Wild like Los Angeles
My fantasy!
Hotter than Miami
I feel the heat!
Ohh, girl, it's International love
Ohh, It's International love

[Pitbull]
Down in D.R. they're looking for visas,
I ain't talking credit cards if you know what I mean!
En Cuba, la cosa esta dura!
But the woman get down, if you know what I mean!
In Colombia the women got everything done but they are some of the most beautiful women I've ever seen
In Brazil they're freaky with big oh boobs and their thongs, blue yellow and green!
In L.A. tengo la Mexicana, en New York tengo la boricua
Besito para todas las mujeres en Venezuela, muah!
Y en Miami tengo a cualquiera!

[Chorus: Chris Brown]
You put it down like New York City
I never sleep!
Wild like Los Angeles
My fantasy!
Hotter than Miami
I feel the heat!
Ohh (all around the world), it's international love (international)
Ohh, it's international love

[Chris Brown]
There's not a place that your love don't affect me baby
So don't ever change
I crossed the globe when I'm with you, baby
Haaay
Woah-oh

[Pitbull:]
Chris Brown, this is for the women worldwide
Let's rap

[Chorus x2: Chris Brown]
You put it down like New York City
I never sleep!
Wild like Los Angeles
My fantasy!
Hotter than Miami
I feel the heat!
Ohh, it's International love
Ohh, it's International love

Sejarah Singkat Lahirnya Boedi Oetomo

Bangsa Indonesia, yang dijajah oleh Belanda, hidup dalam penderitaan dan kebodohan selama ratusan tahun. Bahkan tingkat kecerdasan rakyat, sangat rendah.
Hal ini adalah pengaruh sistem kolonialisme yang berusaha untuk “membodohi” dan “membodohkan” bangsa jajahannya.
Politik ini jelas terlihat pada gambaran berikut: pengajaran sangat kurang, bahkan setelah menjajah selama 250 tahun tepatnya pada 1850 Belanda mulai memberikan anggaran untuk anak-anak Indonesia, itupun sangat kecil. Pendidikan yang disediakan tidak banyak, bahkan pengajaran tersebut hanya ditujukan untuk menciptakan tenaga yang bisa baca tulis dan untuk keperluan perusahaan saja.
Keadaan yang sangat buruk ini membuat dr. Wahidin Soedirohoesodo yang mula-mula berjuang melalui surat kabar Retnodhumilah, menyerukan pada golongan priyayi Bumiputera untuk membentuk dana pendidikan. Namun usaha tersebut belum membuahkan hasil, sehingga dr. Wahidin Soedirohoesodo harus terjung ke lapangan dengan berceramah langsung.
R. Soetomo
Dengan R. Soetomo sebagai motor, timbul niat di kalangan pelajar STOVIA di Jakarta untuk mendirikan perhimpunan di kalangan para pelajar guna menambah pesatnya usaha mengejar ketertinggalan bangsa.
Langkah pertama yang dilakukan Soetomo dan beberapa temannya ialah mengirimkan surat-surat untuk mencari hubungan dengan murid-murid di kota-kota lain di luar Jakarta, misalnya: Bogor, Bandung, Semarang, Yogyakarta, dan Magelang.
Pada hari Sabtu tanggal 20 Mei 1908 pukul 9 pagi, Soetomo dan kawan-kawannya: M. Soeradji, M. Muhammad saleh, M. Soewarno, M. Goenawan, Soewarno, R.M. Goembrek, dan R. Angka berkumpul dalam ruang kuliah anatomi. Setelah segala sesuatunya dibicarakan masak-masak, mereka sepakat memilih “Boedi Oetomo” menjadi nama perkumpulan yang baru saja mereka resmikan berdirinya.
 “Boedi” artinya perangai atau tabiat sedangkan “Oetomo” berarti baik atau luhur. Boedi Oetomo yang dimaksud oleh pendirinya adalah perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan atas keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat, kemahirannya.
Kongres Pertama Boedi Oetomo diadakan di Kweekschool atau Sekolah Guru Atas Yogyakarta (Sekarang SMA 11 Yogyakarta) pada 3 Oktober – 5 Oktober 1908 dengan pembicara: R. Soetomo (STOVIA Weltevreden), R. Saroso (Kweekschool Yogyakarta), R. Kamargo (Hoofd der School Magelang), Dr. MM. Mangoenhoesodo (Surakarta), M. Goenawan Mangoenkoesoemo.
Setelah berlangsung selama tiga hari, kongres yang dipimpin oleh dr. Wahidin Soedirohoesodo mengesahkan Anggaran Dasar Boedi Oetomo yang pada pokoknya menetapkan tujuan perhimpunan sebagai berikut:
Kemajuan yang selaras (harmonis) buat negara dan bangsa, terutama dengan memajukan pengajaran, pertanian, peternakan dan dagang, teknik dan industri, kebudayaan (kesenian dan ilmu pengetahuan).
Beberapa prestasi yang diraih oleh Boedi Oetomo diantaranya: penerbitan majalah “Guru Desa”, perubahan pelajaraan Bahasa Belanda di Sekolah Dasar yang semula hanya diajarkan di kelas tiga ke atas berubah menjadi mulai kelas satu, serta mendirikan surat kabar resmi Boedi Oetomo berbahasa Belanda, Melayu, dan Jawa.
Boedi Oetomo telah memberikan teladan dengan berdiri di barisan terdepan membawa panji-panji kesadaran, menggugah semangat persatuan, adalah suatu kenyataan yang tidak boleh dikesampingkan.

Partai Nasional Indonesia (PNI)

Berdirinya partai-partai dalam pergerakan nasional banyak berawal dari studie club. Salah satunya adalah Partai Nasional Indonesia (PNI).
Partai Nasional Indonesia (PNI) yang lahir di Bandung pada tanggal 4 Juli 1927 tidak terlepas dari keberadaan Algemeene Studie Club. Lahirnya PNI juga dilatarbelakangi oleh situasi sosio politik yang kompleks. Pemberontakan PKI pada tahun 1926 membangkitkan semangat untuk menyusun kekuatan baru dalam menghadapi pemerintah kolonial Belanda. Rapat pendirian partai ini dihadiri Ir. Soekarno, Dr. Cipto Mangunkusumo, Soedjadi, Mr. Iskaq Tjokrodisuryo, Mr. Budiarto, dan Mr. Soenarjo. Pada awal berdirinya, PNI berkembang sangat pesat karena didorong oleh faktor-faktor berikut. a. Pergerakan yang ada lemah sehingga kurang bisa menggerakkan massa. b. PKI sebagai partai massa telah dilarang. c. Propagandanya menarik dan mempunyai orator ulung yang bernama Ir. Soekarno (Bung Karno). Untuk mengobarkan semangat perjuangan nasional, Bung Karno mengeluarkan Trilogi sebagai pegangan perjuangan PNI. Trilogi tersebut mencakup kesadaran nasional, kemauan nasional, dan perbuatan nasional. Tujuan PNI adalah mencapai Indonesia merdeka. Untuk mencapai tujuan tersebut, PNI menggunakan tiga asas yaitu self help (berjuang dengan usaha sendiri) dan nonmendiancy, sikapnya terhadap pemerintah juga antipati dan nonkooperasi. Dasar perjuangannya adalah marhaenisme. Kongres Partai Nasional Indonesia yang pertama diadakan di Surabaya, tanggal 27 – 30 Mei 1928. Kongres ini menetapkan beberapa hal berikut. 1. Susunan program yang meliputi: a. bidang politik untuk mencapai Indonesia merdeka, b. bidang ekonomi dan sosial untuk memajukan pelajaran nasional. 2. Menetapkan garis perjuangan yang dianut adalah nonkooperasi. 3. Menetapkan garis politik memperbaiki keadaan politik, ekonomi dan sosial dengan kekuatan sendiri, antara lain dengan mendirikan sekolah-sekolah, poliklinik-poliklinik, bank nasional, perkumpulan koperasi, dan sebagainya. Peranan PNI dalam pergerakan nasional Indonesia sangat besar. Menyadari perlunya pernyataan segala potensi rakyat, PNI memelopori berdirinya Permufakatan Perhimpunan-Perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI). PPPKI diikuti oleh PSII (Partai Sarekat Islam Indonesia), Budi Utomo, Pasundan, Sumatranen Bond, Kaum Betawi, Indonesische Studi Club, dan Algemeene Studie Club. Berikut ini ada dua jenis tindakan yang dilaksanakan untuk memperkokoh diri dan berpengaruh di masyarakat. 1. Ke dalam, mengadakan usaha-usaha dari dan untuk lingkungan sendiri seperti mengadakan kursus-kursus, mendirikan sekolah, bank dan sebagainya. 2. Keluar, dengan memperkuat opini publik terhadap tujuan PNI antara lain melalui rapat-rapat umum dan penerbitan surat kabar Banteng Priangan di Bandung, dan Persatuan Indonesia di Jakarta. Kegiatan PNI ini cepat menarik massa dan hal ini sangat mencemaskan pemerintah kolonial Belanda. Pengawasan terhadap kegiatan politik dilakukan semakin ketat bahkan dengan tindakantindakan penggeledahan dan penangkapan. Dengan berkembangnya desas desus bahwa PNI akan mengadakan pemberontakan, maka empat tokoh PNI yaitu Ir. Soekarno, R. Gatot Mangkuprojo, Markun Sumodiredjo, dan Supriadinata ditangkap dan dijatuhi hukuman oleh pengadilan Bandung. Dalam proses peradilan itu, Ir. Soekarno dengan kepiawaiannya melakukan pembelaan yang diberi judul "Indonesia Menggugat". Penangkapan terhadap para tokoh pemimpin PNI merupakan pukulan berat dan menggoyahkan keberlangsungan partai. Dalam suatu kongres luar biasa yang diadakan di Jakarta pada tanggal 25 April 1931, diambil keputusan untuk membubarkan PNI. Pembubaran ini menimbulkan pro dan kontra. Mr. Sartono kemudian mendirikan Partindo. Mereka yang tidak setuju dengan pembubaran masuk dalam Pendidikan Nasional Indonesia (PNI Baru) yang didirikan oleh Drs. Mohammad Hatta dan Sutan Syahrir. Baik Partindo maupun PNI Baru, masih memakai asas PNI yang lama yaitu self help dan nonkooperasi. Namun di antara keduanya terdapat perbedaan dalam hal strategi perjuangan. PNI Baru lebih mengutaman pendidikan politik dan sosial, sedangkan Partindo mengutamakan aksi massa sebagai senjata yang tepat untuk mencapai kemerdekaan. Source from : http://www.crayonpedia.org/mw/

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

About