Photobucket

WELCOME to MY BLOG!

Silahkan baca, jangan sungkan-sungkan yang punya blog nggak galak kok

Photobucket

Mari Berolahraga!

Dengan fitness semuanya bisa lancar (bukan lancar rejeki tentunya) dalam memenuhi kesehatan jasmani kita #proFITNESS

Photobucket

My Senior High School

Gambar diambil dari Wall Climbing, pada sore hari yang anginnya sepoi-sepoi ^-^

Photobucket

Sunset From My Senior High School

Subhanallah, ciptaan-Nya memang selalu indah. Sunset dari sekolah gue "notbad lah"

My Football Club

CHELSEA, Proud of London. IMPOSSIBLE IS NOTHING and BLUE IS THE COLOR

Sabtu, 27 Oktober 2012

Sumpah Pemuda

Sumpah Pemuda merupakan bukti bahwa perjuangan sebenarnya bangsa Indonesia untuk mencapai kemerdekaannya dimulai pada tanggal 28 Oktober 1928, oleh karena itu seharusnya seluruh rakyat Indonesia memperingati momentum 28 Oktober sebagai hari lahirnya bangsa Indonesia, proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat itu, kondisi yang tertindas inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya 17 tahun kemudian yaitu pada 17 Agustus 1945. Inilah teksnya :



Panitia Kongres Pemuda
Teks Sumpah Pemuda yang dulu dieja dengan ejaan lama yaitu Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan di Waltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 – 28 Oktober 1928 1928. Panitia Kongres tersebut sebagai berikut :
  • Ketua : Soegondo Djojopoespito (PPPI)
  • Wakil Ketua : R.M. Djoko Marsaid (Jong Java)
  • Sekretaris : Mohammad Jamin (Jong Sumateranen Bond)
  • Bendahara : Amir Sjarifuddin (Jong Bataks Bond)
  • Pembantu I : Djohan Mohammad Tjai (Jong Islamieten Bond)
  • Pembantu II : R. Katja Soengkana (Pemoeda Indonesia)
  • Pembantu III : Senduk (Jong Celebes)
  • Pembantu IV : Johanes Leimena (yong Ambon)
  • Pembantu V : Rochjani Soe’oed (Pemoeda Kaoem Betawi)
  • Peserta : Abdul Muthalib Sangadji; Purnama Wulan; Abdul Rachman; Raden Soeharto; Abu Hanifah; Raden Soekamso; Adnan Kapau Gani; Ramelan; Amir (Dienaren van Indie); Saerun (Keng Po); Anta Permana; Sahardjo; Anwari; Sarbini; Arnold Manonutu; Sarmidi Mangunsarkoro; Assaat; Sartono; Bahder Djohan; S.M. Kartosoewirjo; Dali; Setiawan; Darsa; Sigit (Indonesische Studieclub); Dien Pantouw; Siti Sundari; Djuanda; Sjahpuddin Latif; Dr.Pijper; Sjahrial (Adviseur voor inlandsch Zaken); Emma Puradiredja; Soejono Djoenoed Poeponegoro; Halim; R.M. Djoko Marsaid; Hamami; Soekamto; Jo Tumbuhan; Soekmono; Joesoepadi; Soekowati (Volksraad); Jos Masdani; Soemanang; Kadir; Soemarto; Karto Menggolo; Soenario (PAPI & INPO); Kasman Singodimedjo; Soerjadi; Koentjoro Poerbopranoto; Soewadji Prawirohardjo; Martakusuma; Soewirjo; Masmoen Rasid; Soeworo; Mohammad Ali Hanafiah; Suhara; Mohammad Nazif; Sujono (Volksraad); Mohammad Roem; Sulaeman; Mohammad Tabrani; Suwarni; Mohammad Tamzil; Tjahija; Muhidin (Pasundan); Van der Plaas (Pemerintah Belanda); Mukarno; Wilopo; Muwardi; Wage Rudolf Soepratman; Nona Tumbel.

Kronologi pembacaan sumpah pemuda bisa diceritakan sebagai berikut :

"Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu”Indonesia Raya” gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya. Teks Sumpah Pemuda dibacakan pada tanggal 28 Oktober 1928 bertempat di Jalan Kramat Raya nomor 106 Jakarta Pusat sekarang menjadi Museum Sumpah Pemuda, pada waktu itu adalah milik dari seorang Tionghoa yang bernama Sie Kong Liong. Golongan Timur Asing Tionghoa yang turut hadir sebagai peninjau. Kongres Pemuda pada waktu pembacaan teks Sumpah Pemuda ada 4 (empat) orang, yaitu : Kwee Thiam Hong; Oey Kay Siang; John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien kwie."
Pada hari memperingati Sumpah Pemuda biasanya diadakan upacara yang dihadiri oleh Presiden RI di Jakarta. Dan pada hari ini biasanya para pemuda merayakannya dengan hal positif. Namun yang diharapkan bukan hanya semangat memperingati saja tapi juga semangat yang berlanjutan dari para pemuda bangsa agar dapat MEMAJUKAN BANGSA KITA, BANGSA INDONESIA!
"MAJU TERUS PEMUDA INDONESIA! NASIB BANGSA ADA DI PUNDAK KITA!"
*ditulis dalam memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2012

Selasa, 25 September 2012

Menerapkan Bhineka Tunggal Ika Ke Dunia Internasional

Sebelum kita melangkah ke dunia internasional marilah kita flashback ke zaman dimana Indonesia diambang batas menuju kemerdekaannya. Yaitu pada tanggal 17 Agustus 1945, saat itu semua rakyat Indonesia menyatu dan menyatakan keinginannya untuk merdeka. Tidak ada lagi muslim maupun non muslim, tidak ada lagi jawa maupun sumatra atau papua dan seterusnya, tidak ada lagi semua perbedaan yang saling memecahkan satu sama lain. Semua perbedaan yang ada disatukan dan melahirkan kekuatan baru yaitu kekuatan persatuan dan kesatuan untuk merdeka.
Setelah kita melihat ke belakang dan mengevaluasi yang ada, maka zaman dulu tersebut dapat kita terapkan pada zaman sekarang ini. Pada zaman yang modern dan tentu saja ke lingkup yang lebih besar yaitu DUNIA INTERNASIONAL.
Sekarang ini, inilah krisis yang sebenarnya sangat mengganggu di dunia ini. Bukanlah krisis ekonomi atau keuangan melain kan krisis kepercayaan. Kepercayaan untuk saling percaya dengan manusia lain di dunia ini. Kalau diizinkan para anak muda yang pro terhadap perdamian berteriak mungkin mereka akan meneriakkan kata berikut ini:
"HARI GINI LU SEMUA NGGAK BISA PERCAYA SATU SAMA LAIN??? APAAAA KATA DUNIA?"
Para generasi mudalah yang bersemangat untuk mewujudkan perdamaian dunia. Tidak usahlah ada aksi pemberontakan, terorisme dan yang lainnya. Jika semua negara di dunia bersatu maka masa kejayaan Indonesia tahun 1945 bisa terulang kembali dengan lingkup INTERNASIONAL.
Banyak sekali masalah dunia yang melibatkan RAS, bahkan hampir semua kasus. Sebut saja Israel dan Palestina, kalau itu bukan dan alasannya hanyalah masalah independen negara, maka itu benar-benar DUSTA yang BESAR.
Sebenarnya mempersatukan seluruh dunia itu bisa dibuat mudah dengan cara dimulai dari para pemimpinnya terlebih dahulu. Rakyatnya tinggal mengikuti, jika masih ada almarhum Abdurrahman Wahid, beliau akan berkata :"Gitu aja kok repot!"
Kalau masih beralsan belum bisa dengan berkata bahwa tidak ada yang mengorganisir program tersebut, lalu buat apa ada PBB kalau bukan untuk masalah-masalah yang seperti ini. Memang untuk menuju persatuan tersebut memerlukan waktu yang lama, benar jika latarbelakng pada masa lalu menjadi alasan ketidak sanggupan tersebut. Karena tidak ada yang bisa mengulang sejarah apalagi untuk mengubahnya. It is IMPOSIBLE, tapi jangan sesuatu hal yang imposible tersebut menjadi dasar sesuatu hal yang sejatinya POSIBLE, seperti perdamaian dunia dengan mengedepankan kepercayaan satu sama lain ini.
MAKA MARI KITA TERAPKAN SENJATA PAMUNGKAS INI KE DUNIA INTERNASIONAL:
"BHINEKA TUNGGAK IKA = WALAU BERBEDA-BEDA TETAPI TETAP SATU JUA"

Kamis, 31 Mei 2012

Isi Pidato Bung Karno 1 Juni 1945

Bung Karno
Tiap 1 Juni ditandai sebagai Hari Lahirnya Pancasila. Penetapan tanggal ini mengacu pada pidato Presiden Soekarno sebelum Proklamasi 17 Agustus 1945. Soekarno dan kawan-kawannya saat itu merumuskan dasar negara Pancasila. Banyak usul yang dikemukakan, tapi pidato Bung Karno menjadi salah satu yang usulan paling mengemuka saat itu. Berikut saya sajikan kutipannya:

Paduka tuan Ketua yang mulia!

Sesudah tiga hari berturut-turut anggota-anggota Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai mengeluarkan pendapat-pendapatnya, maka sekarang saya mendapat kehormatan dari Paduka tuan Ketua yang mulia untuk mengemukakan pula pendapat saya. Saya akan menepati permintaan Paduka tuan Ketua yan mulia. Apakah permintan Paduka tuan Ketua yang mulia? Paduka tuan Ketua yang mulia minta kepad sdang Dkuritsu Zyunbi Tyoosakai untuk mengemukakan dasar Indonesia Merdeka. Dasar inilah nati akan saya kemukakan di dalam pidato saya ini.

Maaf, beribu maaf! Banyak anggota telah berpidato, dan dalam pidato mereka itu diutarakan hal-hal yang sebenarnya bukan permintaan Paduka tuan Ketua yang Mulia, yaitu bukan dasarnya Indonesia Merdeka. Menurut anggapan saya, yang diminta oleh Paduka Tuan Ketua yang mulia ialah, dalam bahasa Belanda: “Philosofische grondslag itulah pundamen, filsafat, pikiran yang sedalam-dalamnya, jiwa hasrat yang sedalam-dalamnya untuk di atasnya didirikan gedung Indonesia Merdeka yang kekal dan abadi. Hal ini nanti akan saya kemukakan: Paduka tuan Ketua yang mulia, tetapi lebih dahulu izinkanlah saya membicarakan, memberitahukan kepada tuan-tuan sekalian, apakah yang saya artikan dengan perkataan “merdeka”.

Merdeka buat saya ialah “political independence”, politieke onafhankelijkheid. Apakah yang dinamakan politieke onafhankelijkheid?

Tuan-tuan sekalian! Dengan terus-terang saja saya berkata: Tatkala Dokuritsu Zyunbi Tyoosakai akan bersidang, maka saya, di dalam hati saya banyak khawatir, kalau-kalau banyak anggota yang saya katakan di dalam bahasa asing, maafkan perkataan ini “zwaarwichtig” akan perkara yang kecil-kecil “Zwaarwichtig” sampai kata orang Jawa “jelimet”. Jikalau sudah membicarakan hal yang kecil-kecil sampai jelimet, barulah mereka berani menyatakan kemerdekaan.

Tuan-tuan yang terhormat! Lihatlah di dalam sejarah dunia, lihatlah kepada perjalanan dunia itu.

Banyak sekali negara-negara yang merdeka, tetapi bandingkanlah kemerdekaan negara-negara itu satu sama lain! Samakah isinya, samakah derajatnya negara-negara yang merdeka itu? Jermania merdeka, Saudi Arabia merdeka, Iran merdeka, Tiongkok merdeka, Nippon merdeka, Amerika merdeka, Inggris merdeka, Rusia merdeka, Mesir merdeka. Namanya semuanya merdeka, tetapi bandingkanlah isinya!

Alangkah berbedanya isi itu! Jikalau kita berkata: Sebelum Negara merdeka, maka harus lebih dahulu ini selesai, itu selesai, itu selesai, sampai jelimet! Maka saya bertanya kepada tuan-tuan sekalian kenapa Saudi Arabia merdeka, padahal 80% dari rakyatnya terdiri kaum Badui, yang sama sekali tidak mengerti hal ini atau itu.

Bacalah buku Amstrong yang menceritakan tentang Ibn Saud! Di situ ternyata bahwa tatkala Ibn Saud mendirikan pemerintahan Saudi Arabia, rakyat Arabia sebagian besar belum mengetahui bahwa otomobil perlu minum bensin. Pada suatu hari otomobil Ibn Saud dikasih makan gandum oleh orang-orang Badui di Saudi Arabia itu! Toh Saudi Arabia merdeka.

Lihatlah pula jikalau tuan-tuan kehendaki contoh yang lebih hebat Sovyet Rusia! Pada masa Lenin mendirikan Negara Sovyet adakah rakyat Sovyet sudah cerdas? Seratus lima puluh milyun rakyat Rusia, adalah rakyat Musyik yang lebih daripada 80% tidak dapat membaca dan menulis; bahkan dari buku-buku yang terkenal dari Leo Tolstoi dan Fulop Miller, tuan-tuan mengetahui betapa keadaan rakyat Sovyet Rusia pada waktu Lenin mendirikan negara Sovyet itu. Dan kita sekarang di sini mau mendirikan negara Indonesia Merdeka. Terlalu banyak macam-macam soal kita kemukakan!

Maaf, PT Zimukyokutyoo! Berdirilah saya punya buku, kalau saya membaca tuan punya surat, yang minta kepada kita supaya dirancangkan sampai jelimet hal ini dan itu dahulu semuanya! Kalau benar semua hal ini harus diselesaikan lebih dulu, sampai jelimet, maka saya tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, tuan tidak akan mengalami Indonesia Merdeka, kita semuanya tidak akan mengalami Indonesia merdeka, sampai di lobang kubur! (tepuk tangan riuh)

Saudara-saudara! Apakah yang dinamakan merdeka? Di dalam tahun 33 saya telah menulis satu risalah. Risalah yang bernama “Mencapai Indonesia Merdeka”. Maka di dalam risalah tahun 33 itu, telah saya katakan, bahwa kemerdekaan, politike onafhankelijkheid, political independence, tak lain dan tak bukan, ialah suatu jembatan, satu jembatan emas. Saya katakan di dalam kitab itu, bahwa di seberangnya jembatan itulah kita sempurnakan kita punya masyarakat.

Ibn Saud mengadakan satu negara di dalam satu malam, in one night only! kata Amstrong di dalam kitabnya. Ibn Saud mendirkan Saudi Arabia Merdeka di satu malam sesudah ia masuk kota Riyad dengan 6 orang! Sesudah “jembatan” itu diletakkan oleh Ibn Saud, maka di seberang jembatan, artinya kemudian daripada itu, Ibn Saud barulah memperbaiki masyarakat Saudi Arabia. Orang yang tidak dapat membaca diwajibkan belajar membaca, orang yang tadinya bergelandangan sebagai nomade, yaitu orang Badui, diberi pelajaran bercocok-tanam. Nomade diubah oleh Ibn Saud menjadi kaum tani, semuanya di seberang jembatang.

Adakah Lenin ketika dia mendirikan negara Sovyet Rusia Merdeka, telah mempunyai Djnepprprostoff, dan yang maha besar di sungai Djeppr? Apa ia telah mempunya radio-station, yan menyundul ke angkasa? Apa ia telah mempunyai kereta-kereta api cukup, untuk meliputi seluruh negara Rusia? Apakah tiap-tiap orang Rusia pada waktu Lenin mendirikan Sovyet Rusia Merdeka telah dapat membaca dan menulis?

Tidak, tuan-tuan yang terhormat! Di seberang jembatan emas yang diadakan oleh Lenin itulah, Lenin baru mengadakan radio-station, baru mengadakan sekolahan, baru mengadakan Greche, baru mengadakan Djnepprprostoff! Maka oleh karena itu saya minta kepada tuan-tuan sekalian, janganlah tuan-tuan gentar di dalam hati, janganlah mengingat bahwa ini dan itu lebih dulu harus selesai dengan jelimet, dan kalau sudah selesai, baru kita dapat merdeka. Alangkah berlainannya tuan-tuan punya semangat, jikalau tuan-tuan demikian, dengan semangat pemuda-pemuda kita yang 2 milyun banyaknya. Dua milyun pemuda ini menyampaikan seruan pada saya, 2 milyun pemuda itu semua berhasrat Indonesia Merdeka Sekarang!!! (Tepuk tangan riuh)….

Saudara-saudara, kenapa kita sebagai pemimpin rakyat, yang mengetahui sejarah, menjadi zwaarwichtig, menjadi gentar, padahal semboyan Indonesia Merdeka bukan sekarang saja kita siarkan? Berpuluh-puluh tahun yang lalu, kita telah menyiarkan semboyan Indonesia Merdeka, bahkan sejak tahun 1932 dengan nyata-nyata kita mempunyai semboyan “INDONESIA MERDEKA SEKARANG”. Bahkan 3 kali sekarang, yaitu Indonesia Merdeka Sekarang, sekarang, sekarang! (Tepuk tangan riuh)….

Post ini dibuat dalam rangka "Memperingati Hari Pancasila 1 Juni"

Diberdayakan oleh Blogger.

Pengikut

About